Sabtu, 17 Mei 2014

Don't Hurt Me Part 1|By Chaca Maharini|












Author  : Chaca Maharini.
Genre   : Romance and Happy-end  
RG       : 13
Cast     :
Handi Morgan Winata(Morgan)
Linda Kumala Sari(Linzy)
All Member 7ICONS
Nadiatu Wafrina(Frina)
Rara Anggi Dewanti(Rara)
Boy William(Boy)
Ferly Putra(Ferly)






No Copas...
No Edit...





Happy Reading All...




PART 1
******



AUTHOR POV...




Jakarta, 4 Maret 2014.




*Cinta seperti permainan logika antara akal dan perasaan. Karena mencintai seseorang adalah pilihan setiap orang*



      Dalam hidup ini setiap manusia seakan, telah bermain disetiap sinetron atau drama. Permainan hidup yang membedakan anatra kekuasaan,harta,status di depan mata setiap manusia. Hidup setiap manusia adalah topeng yang selalu dimaikan oleh setiap permainan ada, prilaku jahat maupun baik tergantung bagaimana memandang hidup ini. Tapi ini kenyataan sebuah kehidupan dimana permainan akan tetap terus berjalan tanpa ada yang menghalanginya. Seorang gadis yang berbalut selimut yang melilit seluruh tubuhnya. Gadis ini cuma bisa menatap sendu kerah seorang pemuda tampan yang masih terlelap dalam alam mimipinya. Gadis ini masih mengingat dimana 4 bulan lalu kedua orang tuanya tega menjual dirinya pada seorang pemuda tampan dan juga kaya. Semua ini terpaksa mereka lakukan pada anak gadis mereka kerena, bila utang-utang tidak mereka bayar yang ada rumah mereka akan disita makanya, gadis itu akhirnya diserahkan pada pemuda itu. Padahal niat pemuda itu sudahjahat karena, pemuda dan gadis itu dulunya, satu kampus. Dulu pemuda itu sangat mencintai gadis sampai menyatakan cinta dengan sebuah paksa tapi, gadis itu menolak mentah-mentah. Dengan cara licik pemuda itu mempergunakan kekuasaannya untuk mendapatkan gadis itu dan juga membalas sakit hatinya karena dirinya dulunya di tolak. Pemuda itu membalasnya dengan menamparnya,mencambuk,menjambak sampai yang lebih sadis berhubungan intim sesuka hatinya.
"Hiks...hiks...hiks..., "isak gadis itu yang terus menangis bila mengingat pemuda itu atau suaminya minta melayaninya dengan begitu kasar. Pemuda itu Morgan Oey atau Handi Morgan Winata, siapa tidak kenal Morgan seorang aktor terkenal dan juga pengusaha muda yang sangat kaya di Indonesia. Tapi sayang sifat buruknya tidak diketahui oleh media, bahwa dia sering menyiksa istrinya Linda Kumala Sari.
"Aku gak kuat yah tuhan, kenapa harus hambamu ini, "jerit gadis ini Linzy dalam hati sambil meremas selimut yang sudah berserahkan.
"Aku memang salah tuhan tapi, jujur sejak dulu aku mencintainya dan aku menolak dengan alasan aku dan dia tidak sederajat,"gumum Linzy yang menyesal menolak Morgan tapi, semua sudah terjadi.
"Kalau saja aku tidak menuruti kemauan Angel menghindarimu pasti kamu gak akan benciku, "kata Linzy terus menyesal mendengarkan perkataan Angel yang sejak dulu suka dengan Morgan.
"Aku sayang kamu Gan, sayang banget I Love You Dear, " ucap Linzy yang mencium pipi Morgan secepat kilat. Itulah Linzy sebenarnya dia sangat mencintai Morgan sejak dulu saat mereka bertebrakan di perpustakan kampus yang mereka tempati. Disitulah Linzy merekan jatuh cinta dan meresakan bahwa Morgan adalah cinta pandangan pertama dia. Tapi sekarang berbeda Morgan yang lembut dan perhatian sekarang menjadi pemuda yang egois,keras kepala dan selalu mementaknya dan berprilaku kasar padanya.
"Maafin aku Zy, tapi aku telanjur sakit hati sama kamu, "batin Morgan yang melihat Linzy memasuki kamar mandi.




SKIP...
SKIP...





LINZY POV....




*Bahagia itu sederhana karena, bersama dengan seseorang yang kita cintai membuat kita selalu bahagia*



      Aku masih terdiam di ruang makan yang cukup besar ini. Tidak ada pembicaraan antara aku dan dia sejak, tadi malam dia kasar padaku. Aku dapat melihat sorot matanya yang begitu tajam kearahku dan itu selalu terlihat olehku. Aku tahu dia bukanlah Morgan dulu yang selalu lembut padaku tapi, apa dia tidak menghargaiku yang capek-capek memasak makanan favoritnya. Mungkin inilah seorang Morgan yang sudah sakit hati pada satu gadis dan seterusnya dia akan membuat gadis itu menderita.
"Gan..., "panggilku dengan suara lembut tapi, terkesan begitu lirih.
"Aku udah perna bilang sama kamu nona cantik!!!aku tidak sudi makan masakanmu karena, menurutku kamu cuma cewek m..u..ra..han, "ucap Morgan yang begitu menyayat hatiku.
"Gan apa sebenci itu kamu sama aku, aku punya alasan menolakmu dulu, "kataku dengan mata sudah berkaca-kaca.
"Alasan apa?!kamu itu tetap orang miskin dan aku rasa tubuhmu itu pantas dijual sama lelaki hidung belang. Ingat Zy, kamu memang istri aku tapi, aku gak akan puas menyiksakmu, "sentaknya yang menjambak rambut begitu keras.
"Jaga mulutmu itu!!!aku bukan cewek seperti itu dan perlu kamu tahu, aku menikah sama kamu karena berbuatanmu. Kedua orang tuaku kamu manfaati licik banget kamu awww...!!!"pekikku yang merasakan sakit diubun-ubun kepala ketika, Morgan menjambakku begitu keras.
"Berani yah, kamu sama aku. Eh Linzy harusnya kamu berterima kasih sama aku, tanpa aku orang tuamu gak akan bisa bayar utang-utangnya ngerti gak, "bantaknya yang semakin gencar kasar padaku.
"Jambak aku Gan...jambak biar kamu puas!!!atau tampar aku Gan biar itu bisa menggobati rasa sakitmu. Tapi perlu kamu tahu, aku menolaknu karena aku sadar aku dan kamu tidak sederajat. Kamu mau tahu juga kenapa aku menghindarimu itu karena Angel, cewek yang sangat tergila-gila sama kamu. Bila aku tidak menghindarimu dia akan membunuh Bundaku, "kataku yang mulai mengeluarkan unek-unekku dan perlahan Morgan melepaskan jambakknya ketika mendengarkan kejujuranku.
"Pembohong, itu cuma akal-akalanmu aja tapi, sayang aku tidak akan percaya sama cewek sok jual mahal sepertimu Linzy, "ketus Morgan yang tersenyum meremehkan kerahaku dan aku sudah muak dengan penghinaannya terhadapku.
"Jadi kamu gak percaya sama aku, oke fine, "tegasku pergi darinya dan mengambil sesuatu yang mungkin terbilang nekad.
"Apa-apaan sih kamu Zy!!!jangan gila yah, lepas pisau itu lepas aku bilang, "gertak Morgan yang melihat diriku memegang pisau kerah nadiku, mungkin aku sekarang tidak begitu waras denga semua hal tentang dirinya.
"Biar aku mati saja!!!biar kamu puas tanpa menyakitiku, "jeritku yang perlahan akan menggoreskan pisau ke nadiku.
"Linzy kamu gila yah, please Zy kamu jangan berbuat seperti itu oke aku percaya sama kamu. Aku janji akan menuruti apa yang kamu mau atau kamu apa, "celutuk Morgan tapi aku menghiraukan perkataannya.
"Jangan mendekat, satu langkah saja aku siap menggores pisau ini tepat dinadiku, "ancamku yang tidak takut lagi padanya.
"Linzy sayang aku mohon lepas pisau itu dari tanganmu, "pinta Morgan yang begitu melas dan sekarang berbeda dari Morgan yang aku kenal.
"Awww...!!!ini yang kamu mau selamat tinggal Morgan, "lirihku yang telah menggoreskan pisau ke nadiku. Tampak darah sudah bercucuran dari tangan kiriku. Tapi sedetik aku pingsan seketika.
"Linzyyyyyy!!!!! bangun Zy, maafin aku jangan tinggalkan aku, "teriakku begitu panik dan segera menggendongnya menuju rumah sakit.
"Zy aku minta maaf, aku mohon sama kamu jangan buat aku gila lagi sejak 2 tahun lalu, "ucap Morgan yang sudah memasuki mobil karena, sudah panik ketika melihat keadaanku yang berlumpur darah.





************



AUTHOR POV...




*Cinta kadang bisa menyakitkan dan bisa memabukan. Karena cinta bisa membuat seseorang itu lupa pada diri sendiri*



      Sebatang rokok terhirup oleh gadis itu karena, 5 batang rokok tidak membuat dia lelah menghisapnya. Seperti perjalanan hidupnya yang menyedihkan dan gadis itu begitu muak mengetahui pemuda yang dia cintai telah berstatus menikah, rasanya dia ingin membunuh gadis itu dan rasanya dia harus menerima tawaran Angel untuk mendapatkan pemuda itu lagi. Memang gadis ini lebih terobsesi pada pemuda ini dari pada Angel sahabatnya. Bisa dikatakan gadis ini begitu saiko dan tidak peduli apa kata orang kalau dia cuma penggagu saja. Rara Anggi Dewanti itulah nama gadis itu, paras cantik tetapi hatinya begitu busuk. Dia ini seorang penyayi sekaligus, artis yang mempunyai filem terbanyak di Indonesia tapi, sayang hidupnya tidak bahagia sejak kedua orang tuanya meninggal.
"Masih terus mau bunuh dia, "cetus seorang pemuda tampan dengan wajah coolnya.
"Ternyata kamu peduli juga tapi, maaf aku tidak akan perna dengar nasehatmu yang menurut aku tidak penting, "tegas Rara dengan wajah penuh emosi.
"Sekarang kamu egois sampai, sama kakaka sendiri seperti ini. Ra, Kak Ferly perhatian sama kamu dan nasehat sama kamu biar kamu tidak salah bergaul. Tapi ternyata si Angel sahabatmu telah mencuci otakmu. Kak Ferly tidak menemukan Rara yang dulu dari yang manja,kadang suka cerewet dan bawel tapi sekarang semua hilang, "kata pemuda ini Ferly Putra seorang pengusaha muda yang tajir dan dia adalah kakaka dari penyanyi bernama Rara.
"Diam!!!Rara dulu gak ada sekarang Rara itu lebih kejam dan jahat. Ingat kamu bukan kakakku tapi, kamu cuma sampah yang bisa buat kebahagianku hilang, "maki Rara sambil menunjuk kemuka Ferly.
"Hebat yah kamu udah berani lawan kakaka. Ingat Ra, yang peduli sama kamu cuma keluargamu, bukan teman atau orang asing. Karena teman itu bisa menusukmu, "ketus Ferly yang tidak puas menasehati adiknya.
"Ferly Putra yang terhormat mending kamu urus pacar si Pj cewek sok polos itu, dari pada harus ikut campur masalahku, "sindri Rara yang mulai gerah mendengar ocehan pemuda ini.
"Jaga omonganmu , Pj itu adalah sahabatmu tapi kenapa sekarang kamu membencinya. Apa sekarang Pj adalah sampah yang harus kamu buang. Rara..Rara..Rara..kamu cantik tapi sayang Kak Ferly ingin mengatakan hatimu itu sangat busuk. Ingat kalau kamu sampai menyakitinya apa lagi sekarang cowok yang suka berstatus sudah menikah. Dan kamu menyakiti istri satu inci tubuhmu akan dia bunuh, aku tahu siapa dia walau sekarang dia membenciku tapi aku tahu pasti sifatnya, "ejek Ferly yang memancing emosi Rara sehingga dia harus menahan amarah.
"Keluar dari kamarku sekarang. Keluar!!!!!"gertak Rara yang mendorong tubuh Ferly sehingga tersungkur dilantai.
"Kamu tidak akan bisa membunuh dia Ra, karena selama aku melindunginya dia tetap aman, "batin Ferly harus menahan sakit hati dimasa lalunya.





**********




Jakarta, 5 Maret 2014 Jam 12.00 Wib.




*Hidup bagaikan roda yang berputar dan bahagia itu akan datang ketika, kekurangan saling melengkapi*




      Sanyup-sayup terdengar decitan roda terus berjalan dan terdengar jelas jeritan-jeritan manusia yang harus kehilangan seseorang yang mereka sayangi. Bau yang serba menyengat dan warna dinding yang putih membuat suasan semakin mencekam. Tapi tidak dengan pemuda ini
tampak wajahnya begitu sangat kusar dan disampingnya ada seorang gadis cantik yang siap menenangkan tapi, gadis juga begitu geram ketika mendengar dari mulut pemuda ini bahwa dia penyebab semua ini. Yah gadis ini adalah sahabat kecil pemuda ini dan dia tahu betul kalau pemuda ini melakukan semua karena, sakit hati. Gadis itu juga berkali-kali menasehati kalau sampai kamu terus menyakitinya jangan menyesal dia pergi darimu. Gadis ini tidak habis pikir sahabat kecilnya yang sangat menyayangi semua wanita dan selalu melindunginya sekarang malah berbuat kasar dan sekarang menyisaknya. Putri Ajeng Intan novitasari atau Pj, itu nama gadis itu dan dia adalah pacar Ferly Putra. Dulunya Ferly dan pemuda ini Morgan adalah sahabat karibnya, tapi semua telah berubah karena ada suatu hal yang membuat persahabatan mereka hancur. Ketika Morgan tahu Pj pacaran dengan Ferly dia sangat marah besar tapi, tidak diperdulikan oleh gadis itu.
"Gan, kamu benar-benar kelewatan kalau sampai Frina adikmu tahu mati kamu, "maki Pj yang terus menghujat pemuda ini.
"Maaf Je, tapi..., "kata Morgan mengantung dan tidak ingin mengatakan kalau dia menyiksa lagi istrinya.
"Kamu benar-benar bodoh, hay mana Morgan yang aku kenal. Oh jadi ini sifat aslimu menikahi Linzy karena, ingin membalas sakit hatimu berengsek kamu Gan, "cetus Pj yang tidak puas memaharu sahabatnya.
"Je, kamu gak tahu apa yang aku rasakan jadi kamu diam aja!!!"sentak Morgan yang sekarang emosi pada sahabat kecilnya.
"Oh bagus, ini pertama bentak aku dulu-dulu gak perna. Gimana aku ada diposisi Linzy disiksa,ditampar sampai harus melayaninya. Morgan perlu kamu tahu mata Linzy itu tidak perna lepas kearahmu, "ucap Pj yang mengingat dimana dulu Linzy selalu memperhatikan Morgan.
"Maksud kamu apa Je?"heran Morgan yang tidak mengerti perkataan Pj tadi.
"Kamu bisa mikir sendiri dan kamu juga mikir kenapa aku sangat benci sama Rara cewek saiko itu, "lirih Pj yang akhirnya terdiam.
"Maaf Je, tapi aku janji kalau dia sadar aku akan prilaku baik pada Linzy. Kamu harus tahu aku sangat mencintai memang, saat ini aku mencintai diri dengan cara yang salah tapi dilubuk hatiku aku sangat mencintainya, "kata Morgan yang telah menyesal menyakiti istrinya.
"Gan, bukan ngomong saja tapi, bukti kalau kamu bakal menyayangi istrimu itu. Kalau aku ingat sewaktu kuliah, dia yang selalu membantu aku dalam lomba karya ilmiah atau persiapan PKL tapi, sewaktu kamu bilang Linzy kamu siksa aku seperti cewek bodoh, "runtuk Pj yang sangat sayang kepada Linzy.
"Aku khilaf mungkin kata maafku ini tidak berarti buatmu Je, "ucap Morgan dengan wajah kesutnya.
"Sudahlah Gan, sekarang yang penting kamu doa supaya istrimu baik-baik saja dan tidak terjadi sesuatu yang membahayakan, "kata Pj menepuk bahu Morgan agar pemuda itu lebih tenang.
"Keluarga pasien, "kata seorang dokter yang baru keluar dari ruang UGD tampak, dokter muda itu menatap Pj dalam sekali.
"Saya suaminya dok, bagaimana keadaan istri saya?"tanya Morgan yang masih begitu panik.
"Dia teman kamu Je, "heran dokter muda ini yang sangat mengenal siapa Pj.
"Iya Mez, dia sahabat kecilku bagaimana keadaan istri baik-baik sajakan, "tanya Pj lagi karena dia tahu siapa dokter muda ini dia Mezty sahabat sewaktu SMA dulu.
"Maaf tapi nona Linzy..., "kata dokter Mezty mengantung dan menatap dua orang ini yang cukup panasaran.
"Istri saya kenapa dok?"gertak Morgan yang cukup emosi sehingga Pj harus menenangkan sahabatnya ini.
"Gan, jangan marah-marah ingat ini rumah sakit kamu harus dengar dulu apa yang dikatakan Mezty, "kata Pj lembut tapi terkesan menasehatinya.
"Maaf istri anda ini..., "kata dokter Mezty ragu tapi dia harus mengatakan ini.




*Cinta itu seperti sayap-sayap indah bagikan malaikat tanpa dosa, karena cinta itu suci tanpa sebuah penghianatan*




To Be Continue...




Apakah yang terjadi pada Linzy dan apakah Morgan terus menyiksa Linzy atau malah prilaku baik pada Linzy dan siapakah pemuda yang disukai Rara dan siapakah orang yang mau dibunuh Rara?




Tunggu saja Part 2nya yah!!!!!!!!




Bagaimana para readersku Part 1nya bagus gak nih, maaf kalau kurang bagus atau fellnya malah kurang banget. Maaf juga masih ada typo bertebaran sana-sini biasalah akukan masih penulis amatir jadi, typo masih banyak.




Please Comment and Like!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar