Author : Chaca Maharini.
Genre : Romance and Happy-end
RG : 13
Cast :
Handi Morgan Winata(Morgan)
Linda Kumala Sari(Linzy)
All Member 7ICONS
Nadiatu Wafrina(Frina)
Rara Anggi Dewanti(Rara)
Boy William(Boy)
Ferly Putra(Ferly)
No Copas...
No Edit...
Happy Reading All...
PART 4
*****
AUTHOR POV...
*Cinta
seperti secuil emas berlian yang berharga bagi yang memilikinya, tapi
cinta bisa menjadi pudar ketika semua sirna dalam sekejap mata*
Gadis
berparas cantik dan menawan dengan, tampilan yang cukup menawan dan
mata sipitnya menambah kesan cantik gadis ini. Tampak dua sejoli ini
yang berstatus suami-istri terkejut atas kedatangan gadis apa lagi,
pemuda disampingnya gadis yang dicintai sangat dan dia sangat membenci
kedatangan gadis yang dari dulu dia benci. Tampak gadis ini cuma bisa
tersenyum licik dan sinis pada dua sejoli itu dan sebisa mungkin dia
tenang melihat pemuda itu merangkul gadis yang sangat menjijikan
baginya. Dengan wajah yang dibuat seceria mungkin, perlahan gadis ini
mendekati sepasang suami-istri itu dengan perasaan jengkel dan ingin
rasanya dia cepat-cepat melaksanakan rencananya yang sudah dia atur
semulus mungkin. Pemuda yang dari tadi diam seribu bahasa dan tetap
memegang erat jemari istri tercintanya dan dia tidak mau gadis
dihadapannya menyakiti orang yang sangat berharga baginya. Dia tahu niat
gadis itu tidak perna baik dan ingin mencelakai keluarga kecilnya
terutama gadis yang dia cintai, tampak pemuda itu menatap gadis
dihadapannya dengan tatapan tajam. Dia ingat benar dia mana dulu gadis
ini perna, mencelakai gadis yang dia cintai dan hampir mati.
"Apa
kabar Handi Morgan Winata, "kata gadis ini tersenyum seceria mungkin,
padahal dalam hatinya dia membenci harus berakting menjadi baik
dihadapan gadis yang sangat dia benci.
"Ngapain kamu kesini dan
jangan sok manis dihadapan aku dan istriku juga, "celutuk pemuda ini
Morgan yang terlihat menahan amarah ketika, tahu gadis ini adalah Angela
Tee atau Angel yang dulu suka mencelakai istrinya Linda Kumalasari atau
Linzy sejak dulu.
"Slow down Gan, aku kesini cuma ingin tahu apa
benar Linzy hamil dan yang dikatakan Uty benar, "cetus Angel dengan nada
santai tapi, terkesan tidak percaya Linzy hamil anaknya seorang Handi
Morgan Winata.
"Apa maksudmu Ngel?"bingung gadis ini Linzy yang sudah muak dengan sifat Angel yang tidak perna berubah-ubah sejak dulu.
"Kenapa
Zy, kamu mau tanya apa maksudku. Aku tegaskan, aku tidak percaya anak
yang kamu kandung itu anaknya Morgan. Upss....salah ngomong yah, maaf Zy
tapi bukan beberapa bulan ini kalian pisah ranjang yah, "cetus Angel
yang bermaksud memanas-manasi Morgan kalau anak yang dikandung Linzy
bukan anaknya.
"Kamu jangan salah nundu yah dan kamu gak berhak
ikut campur masalah rumah tangga aku dan Morgan, "sentak Linzy dengan
mata yang berkaca-kaca dan Morgan yang mendengar perkataan Angel hanya
bisa diam sesaat.
"Linzy kamu harusnya sadar kamu itu udah
miskin,gak selevel sama Morgan seorang pengusaha muda dan juga artis
papan atas saat ini. Apa jangan-jangan kamu itu, gadis murahan yang cuma
mau hartanya Morgan yah. Gan, harusnya kamu sadar gadis yang
dihadapanmu ini gak tulus cinta sama kamu dan dia itu....., "potong
Morgan yang secara tiba-tiba memutus pembicaraan Angel sehingga, gadis
itu dibuat geram atas tindakan Morgan yang seenaknya.
"Diam!!!!kamu
gak berhak memaki istriku Linzy karena, kenyataannya apa yang kamu
katakan itu gak bener. Dia gadis yang aku cintai bukan gadis matre
sepertimu dan satu lagi aku menikahi dia, bukan kemauan dia tapi aku
memaksanya ngerti gak nona Angela Tee terhormat, "bentak Morgan ingin
menampar Angel tapi, ditahan oleh Linzy supaya tidak berbuat kasar
terhadap semua gadis.
"Wah...wah ada pahlawan kesiangan nih, hay
Linzy!!!aku gak perlu bantuanmu dan jangan sok baik dihadapanku karena,
menurutku kamu cuma gadis munafik, "maki Angel dengan nada penekanan dan
Linzy mendapat makian dari gadis dihadapannya cuma bisa menunduk.
"Ngel,
aku tahu kamu benci sama aku sampai kamu membuat sahabatku pergi dari
sisiku dan Frina. Aku sadar Rara sejak dulu suka sama Morgan dan kamu
mencoba mempengaruhinya, kamu mencoba membuat dirinya menghancurkan
persahabatannya denganku. Kamu licik Ngel, dia satu-satunya gadis yang
menurutku baik tapi, kamu dengan liciknya menghancurkannya, "sentak
Linzy penuh emosi dan mencoba mengeluarkan isi hatinya yang dia pedam
selama ini terhadap sifat Angel yang membuatnya muak.
"Hay Angel
aku udah perna bilang sama kamu, berhenti mengejarku karena aku cuma
cinta sama Linzy sejak dulu. Aku udah tahu kenapa dia pergi dari hidupku
itu karen, kamu Angel!!! kamu mengancamnyakan, kamu bilang sama dia
bakal menghancurkan kehidupan kedua orang tuanya dan kamu tidak
melakukan itu asal dia pergi dari kehidupanku. Picik juga pikiranmu
Angel, bertahun-tahun aku membenci dia karena aku pikir Linzy wanita sok
jual mahal ternyata semua itu ulahmukan, "cetus Morgan dan itu membuat
Angel terkejut atas pernyataan Morgan, padahal yang dia tahu Linzy
berjanji tidak akan memberi tahu kebenarannya pada Morgan.
"Kamu...Linzy....!!!!"pekik
Angel benar-benar terkejut dan dia menatap tajam Linzy agar bisa
mendapat sebuah jawaban kalau Linzy telah membongkarnya dengan
seenaknya.
"Ada pertunjukan asyik nih!!!halo nona Angela Tee
tambah cantik aja atau gak tambah sadis aja, "celutuk seorang pemuda
bertubuh tegap dan berwajah Indonesia-Korea yang muncul tiba-tiba.
Pemuda itu mencoba menyindir Angel dengan kata-kata yang menusuk hati.
"Boy,
ngapain kamu disini bukan tadi kamu bilang gak mau kesini karena ada
urusan, "heran Morgan ketika melihat sahabat terbaiknya Boy William
muncul dihadapannya dengan, tatapan santainya.
"Niatnya aku mau ke
rumah Pj karena, ada urusan sebentar sama tuh anak. Tapi tanpa sengaja
aku lewat rumahmu dan lihat cewek ular ini. Sepertinya kamu sama Linzy
mending masuk, apa lagi Linzy lagi hamilkan Gan jadi gak baik untuk
gadis yang hamil muda dekat nenek lampir jadi mending masuk aja, "suruh
Boy terhadap suami-istri dan sekarang pemuda itu mendapatkan tatapan
sinis dari Angel.
"Boy!!!!lepasin aku woy Boy, "jerit Angel ketika
ditarik kasar oleh Boy yang notabenya pemuda playboy tapi, tidak perna
kasar pada semua gadis. Tapi kali ini dia terpaksa berprilaku kasar pada
gadis dihadapannya ini.
"Ayah..., "lirih Linzy setelah Boy dan
Angel pergi dari rumah mereka, Morgan dengan cuek meninggalkan istrinya.
Mungkin saat ini ada rasa kecewa dalam hati pemuda ini.
"Maafin
ayah yah, bun tapi kali ini ayah serba bingung dengan semua ini, "batin
pemuda ini mulai melangkah ke dalam kamar dan niat memasak untuk
istrinya diurungkan niatnya karena, rasa kekecewaan dalam hati pemuda
ini.
SKIP...
SKIP...
Jakarta, 12 Maret 2014 Jam 12.00 Wib.
*Bahagia itu sederhana tapi, sebuah kebahagian itu adalah rangkaian kata-kata yang susah untuk diwujudkan*
Gadis
berambut hitam dan wajah Belanda-Jawa menambah kecantikan gadis ini.
Perlahan gadis ini mengambil sebuah secarik surat dimana, dulu sebuah
masa lalunya sebagai kenangan terpahit. Dia sadar kalau saja dia tidak
melakukan tidakan bodoh dan cepat melakukannya, nyawa orang yang sangat
dia sayangi akan melayang seketika. Dia ingat benar kalau tindakan
memilih pemuda yang sangat dia cintai dari pada kedua orang tuanya
tindakan yang sangat memuakan. Tapi, itu semua dia lakukan agar papa dan
mama yang dibanggakan tahu siapakah calon suami itu. Semua menjadi
sirna ketika, kekasih yang dia cintai selama 4 tahun dan itu karena,
kekasihnyq adalah dari keluarga yang dibenci oleh kedua orang tuanya.
Padahal sudah berkali-kali pemuda yang sangat dia cintai .melamarnya
tepat di depan rumah tapi, dengan angkuhnya kedua orang tuanya menolak
mentah-mentah semua lamaran itu. Sedih dan resah dirasakan gadis ini
akhirnya bertekad bulat gadis ini meningglkan keluarganya dan hidup
sebatang kara untuk menjadi orang yang sukses. Tapi sebuah malapeta
terjadi, papa yang sangat dia sayangi meninggalkannya untuk
selama-lamanya dan tambah membuat dia sakit hati kekasih hatinya yang
selalu dia cintai, mempunyai perasaan lebih pada seorang gadis yang
sudah dianggap adik sendiri. Sampai malam itu insiden harus terulang
lagi, dimana pemuda yang sangat dia cintai tega menodainya karena faktor
tidak ingin gadis ini lepas lagi dari genggamannya. Sakit dirasakan
gadis ini apa lagi, setiap mengingat masa lalunya bersama pemuda itu
yang tega menyakitinya dan dengan santainya dia mempunyai perasaan pada
gadis lain yang jelas-jelas sudah dianggapnya adik sendiri.
"Kamu
tega Fer tega!!!!!"jerit gadis ini menyobek sebuah surat dimana dia tahu
perasaan kekasih hatinya dan itu terjadi 2 tahun yang lalu.
"Kenapa
kamu ingin memilikiku tapi, dengan seenakmu..., "gantung gadis ini Pj
atau lengkapnya Putri Ajeng Intan Novitasari mulai membuang semua alat
make upnya ke lantai sehingga menimbulkan suara yang tidak enak
didengar. Perlahan gadis ini mengambil sebuah silet kecil dari laci dan
diarahkan ke nadinya, mungkin gadis ini sudah capek untuk terus bersabar
dan memahami apa kemuan kekasihnya sampai rela diambil kesuciannya
malam itu dan dia ingat benar, kalau kekasihnua menggigau namanya tapi
disisi lain dia juga mencintai gadis lain.
"Kenapa kamu mencintai
Linzy yang jelas-jelas istri sahabatku Morgan. Lebih baik aku mati saja
dari pada, merasakan sakit hati seperti ini, "gumum Pj yang mulai
menyayat nadinya dan siap untuk mati seketika.
"Pj!!!!!jangan gila
kamu, "sentak seorang pemuda yang tiba-tiba masuk ke kamar gadis ini.
Dengan gerakan cepat pemuda itu untuk membuang silet yang tadi ditangan
Pj sehingga tidak sengaja pemuda itu malah kena sayatan silet itu.
"Kenapa
kamu gak biarin aku mati Ferly Putra!!!biar kamu puas dan kamu gak
perlu nyakitin hatik aku. Kamu sadar gak, apa yang kamu perbuat malam
itu kamu telah menodai aku. Padahal dulu kamu berjanji sama aku, selalu
melindungi aku,menyayangi aku sampai kamu berjanji tidak akan membuatku
menangis tapi kenyataannya kamu menyakitiku Fer, "teriak Pj dengan suara
cukup keras dan nada begitu lantang. Mungkin saat ini dia begitu
frustasi yang ada emosinya tidak terkendali.
"Je, aku udah perna
bilang sama kamu. Aku janji akan menikahimu karena, aku mau kamu jadi
milikku, "kata pemuda ini Ferly Putra yang perlahan memeluk kakasihnya
dan dia sadar kalau Pj adalah segalanya, walau sesaat dia mencintai
gadis lain tapi dalam lubuk hatinya cinta pada gadis ini lebih dari dia
mencintai Linzy.
"Hiks...hiks....hiks...aku gak kuat Fer, " kata
Pj dengan suara paraunya dan tanpa dia tahu air mata telah menetes
memabahasai baju yang dikenakan oleh pemuda ini. Dia tahu rasa sakitnya
tidak bisa terobati dengan apapun dan sekarang dia harus menerima
kenyataan kalau Ferly telah membagi cintanya pada gadis lain.
"Kenapa
kamu harus suka Linzy yang jelas-jelas gadis yang telah membuat aku
bahagia dan tersenyum. Aku sakit, Fer sakit mendengar pengakuan kamu
menyukainya. Apa kamu gak tahu mamaku, berniat menjodohkan aku dengan
pemuda lain kalau sampai kamu tetap menyakitiku. Dia tahu semua tentang
kamu,tantang aku dan tentang masalah aku dan kamu yang hubungan tidak
jelas seperti ini, "lirih Pj dengan perasaan takut apa lagi dia ingat
benar mamanya tetap bersikukuh menjodohkan dia dengan pemuda pilihan
yang tepat.
"Gak sayang, aku tidak akan memberiarkan mamamu
menjodohkan kamu dengan pria lain dan kamu harus jadi milikku, "kata
Ferly perlahan melepaskan pelukan dari kekasihnya dan sekarang pemuda
ini menatap intens mata gadis yang yang dia cintai.
"Apa kurangku
Fer, kenapa kamu tega menyakitiku dan berani mencintai Linzy, yang kamu
tahu sendiri Linzy sangat cinta sama Morgan sejak dulu kamu tahukan,
"lirih Pj dengan nada penekanan dan saat ini gadis menunduk tanpa
melihat kearah Ferly yang telah berkali-kali menyakitinya.
"Maafin
aku Je, aku mohon tetaplah disisiku, "kata Ferly yang merasa bersalah
dan mulai membelai wajah kekasihnya dengan sejuta rasa keresahan.
"Jadi,
kalian telah melakukan aku gak percaya Je, "pekik seorang gadis tidak
percaya kalau Pj dan Ferly adalah pasangan yang hina menurutnya. Apa
lagi gadis ini, perna iri pada Pj bisa mendapatkan pemuda seganteng dan
setia seperti Ferly Putra yang berprofesi sebagai pengusaha termuda yang
mempunyai banyak pesona.
"Yah tuhan!!!!"kaget Pj dan Ferly
melihat gadis yang sangat dikenalnya mendengarkan semua pembicaraannya
mereka. Apa lagi menyakut kenyataan hubungan mereka yang tidak lagi suci
dan ternodai begitu saja karena, tindakan bodoh Ferly tentunya.
********
MORGAN POV....
Jakarta, 12 Maret 2014 Jam 21.00 Wib.
*Cinta
itu adalah kepercayaan yang saling mengerti, dimana salah satunya
satunya mengerti satu sama lain. Tapi kadang cinta seperti berkelabu
hitam tanpa ada yang tahu kepercayaan seperti apa*
Cahaya
berkelap-kelip dengan detuman musik berirama menambah suasana di sebuah
diskotik yang cukup ramai. Mataku tidak perna lepas melihat sekelilingi
ruang penuh dengan sepasang sejoli yang lagi mamadu kasih, apa lagi
aku bisa melihat pemuda disamping mereka mata begitu bernafsu sunggu
dunia akan hancur dengan manusia-manusia yang bejat dan otak yang tidak
perna benar. Dengan kasar aku duduk disebuah betender, dengan suara
musik yang keras apa lagi aku melihat seorang Dj mulai memainkan musik
dengan lincah dan membuat suasana menjadi begitu panas dengan musik yang
begitun eskostis. Aku mulai memesan satu gelas wine dengan kadar yang
cukup tinggi dan mungkin hatiku saat ini tidak menentu mendengar sebuah
pernyataan dari Angel kalau Linzy, gadis yang aku cintai itu tega
membohogiku. Otakku mulai berputar dimana dulu, aku dan Linzy awal
berkenalan sampai aku mengetahui kalau dia gadis bekerja kerja untuk
membantu kedua orang tuanya. Sampai aku mengetahui bagaimana dirinya dan
aku tidak, tahu kalau perasaan kagumku kepadanya menjadi rasa cinta
yang sangat besar. Aku sadar kalau, rasa cintaku kepanya membuat sebuah
malapetaka sehingga, dengan seenaknya aku menyakitinya,menyisaknya dan
yang lebih parah lagi kalau aku menikahinya karena sebuah hutang kedua
orang tuanya terhadapku dan imbalannya adalah Linzy. Itu semua aku
lakukan karena, cinta tapi cintaku kepadanya begitu buta dan seakan
menutup diriku untuk tidak menyakitinya. Aku tahu, dia tersiksa ketika
aku memintaanya melayaniku dengan tindakan begitu kesar apa lagi
hubungan intim suami-istri yang didasari dengan tidakan tidak
berkemanusian adalah hal yang sangat bejat. Kadang, aku melihat dirinya
menangis,resah,gelisah dan marah setiap aku memintaanya melayaniku
dengan nafsu layaknya seorang pria. Jujur hatiku saat itu begitu perih
tapi, rasa benciku kepadanya lebih besar dari pada rasa sayangku sejak
dulu. Tapi semua telah berubah sejak aku mengetahui dirinya hamil
anakku, rasanya bahagiaku bertambah dan aku menjadi tahu kenapa dia tega
meninggalkan aku sejak dirinya lulus kuliah. Perlahan aku, meminum wine
dihadapanku dan aku merasakan pusing menyerang diriku secara tiba-tiba
tapi, tidak membuat diriku menghentikan aksi mabukku malam itu.
"Zy,
kenapa rasa cintaku mengalahkan semuanya, tapi aku yakin dia anakku
arghhhhhhh!!!!"geramku mulai kesal dengan semua yang ada diotakku dan
tidak mungkin Linzy gadis yang menjaga harg dirinya, mau menyerahkan
diri kepada laki-laki bermata keranjang.
"Zy....aku cinta sama
kamu cinta, "ocehku tidak jelas dan aku mulai merasakan pusing dalam
diriku, mungkin kadar alkohol itu membuat diriku tidak begitu seimbang.
"Dia
anakku kan Zy, katakan Linda Kumalasari anak yang kamu kandung anakku,
bukan anak pria lain, "gerutuku yang mulai tidak waras lagi dan diskotik
juga mulai sepi. Aku tahu malam ini dia akan menunggu tapi, aku kali
ini tidak peduli karena rasa kecewaku lebih besar dari pada rasa
sayangku ini.
"Rencana dimulai dan sayangku, kamu akan merasa
sesuatu yang berbeda. Zy, kamu akan melihat orang yang kamu cintai dan
sayangi pergi dari sisimu. Oh baby let's go time, "kata seorang gadis
dari kejauhan dan mulai mendekatiku. Aku melihat gadis itu berpakaian
cukup seksi dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya tapi, dalam pengaruh
alkohol mataku mengejap seketika kalau gadis itu berubah wujud menjadi
wajah gadis yang aku cintai Linzy. Aku yang setengah sadar mulai memeluk
pinggang gadis itu dan perlahan di tempat umum seperti ini aku masih
sempat-sempatnya mencium bibirnya dengan kilat. Ada sebuah senyum devil
yang terpancar dari wajah Linzy,ketika aku memberikan ciuman kilat tadi.
"Bunda
ngapain disini kangen sama ayah atau bunda mau nemuin selingkuhan bunda
yah. Bundakan udah punya ayah ngapain cari pria lain, ingat bun nanti
anak kita malah seperti bunda loh. Jadi gadis murahan hahahaha...,
"tawaku yang merangkul Linzy dan mulai memasuki sebuah mobil milikku.
"Jadi
Linzy hamil, ini gak bisa dibiarin aku akan menghancurkannya dengan
caraku sendiri, "batin gadis ini yang aku anggap Linzy melajukan
mobilnya ke suatu tempat dan aku tidak mengetahui dimana dia membawaku
nantinya.
"Bunda jangan pergi dari ayah, bunda harus tahu ayah itu
cinta banget sama bunda, "ocehku tanpa henti dan aku masih sadar kalau
saat ini aku sangat membutuhkan istriku yang sangat aku cintai.
"Dasar
bodoh, dia mau aja dibohobgi. Yah tuhan, Gan kamu itu laki-laki tolol
atau memang kamu itu lemah. Aku lihat aja Zy, malam ini suamimu akan
menjadi milikku seorang, "batin gadis ini dengan senyum liciknya dan
sesekali gadis ini mentapku dengan belain dari tangannya.
"Bunda...bunda,
ayah sayang sama bunda jangan tinggalkan ayah, ayah gak peduli ngomong
nenek lampir itu. Ayah sakit!!!!"ocehku dalam pengaruh alkohol dan
kemungkinan aku sudah benar-benar tidak sadar cuma, ngomong yang tidak
jelas sehingga menimbulkan aku berbicara seperti itu.
"Zy, aku
heran kenapa kamu bisa membuat seorang pemuda bernama Handi Morgan
Winata tergila-gila denganmu. Padahal sudah sejak dulu aku suka
dengannya, kenapa harus kamu shitttt!!!!aku bersumpah Zy, kamu atau
Angel tidak perna dapatin Morgan karena dia milikku seorang, "runtuk
gadis ini dengan wajah segeram mungkin dan dia mulai merogoh handphone
dari kantog saku bajunya dengan gerakan cepat gadis itu mulai mencari
sebuah kontak telepon yang akan dia hubungi. Gadis itu yang berwajah
cantik dan menawan ini, mulai berpikir dimana sejak dulu dia menyukaiku
dan dia tahu kalau Linzy adalah penggalang baginya buatnya Linzy itu
adalah orang yang membuatnya begitu muak dan waktu dia mengetahui aku
menyukai Linzy dia begitu geram dan tidak terima apa lagi aku menjadikan
Linzy sebagai istriku akhirnya.
*Via Calling....
"Halo,
sekarang target sudah ada ditanganku dan sekarang kita mulai semuanya,
"kata gadis ini yang berbicara pada seseorang disebrang.
"...., "kata orang orang disebrang sana dengan nada cukup tegas membuat gadia ini sangat puas.
"Sediakan
tempat dan ingat jangan perna tinggalkan jejak, kalau sampai ada jejek
mati kalian, "gertak gadis ini penuh penekanan dan mulai mengancam orang
disebrang sana. Dia tahu kalau kelemahan orang disebrang sana ketika
dirinya dia ancam oleh seseorang dan gadis itu tahu kelemahannya.
".... , "kata orang disebrang sana dengan nada pasrah dan menurut saja ketika, mendapatkan gertakan dari gadis ini.
"Bagus
sekarang kalian menuju tempat target dan pastikan target tidak akan
perna lepas. Ingat jangan celakai dia, kalau sampai celaka kalian
berurusan dengan polisi mengerti!!!!maki gadis ini mulai kesal dan
dengan secepat kilat dia menurup telepon dengan perasaan yang tidak
begitu menentu.
"Siallll!!!!!shitt...lihat saja kamu Zy, kali ini
kamu bakal hancur ditanganku, "gumum gadis ini membanting setir mobil
dan tepat sekali mobil honda jezzku berhenti disebuah tempat. Gadis itu
mulai memampahku untuk masuk disebuah gedung itu.
"Itukan Morgan
siapa cewek itu?"gumum seorang pemuda tegap dengan rambut rapi ditambah,
pemuda itu berpakaian layak seorang derektur sebuah perusahaan yang
cukup terkenal.
"Ada yang gak beres nih, "kata pemuda itu mulai
meningglkan tempat itu dan dalam otaknya berpikir terus kenapa aku ada
ditempat yang tidak seharusnya aku tidak datangi yaitu sebuah hotel.
*********
AUTHOR POV....
Jakarta, 13 Maret 2014 Jam 07.00 Wib.
*Aku
mengerti cinta itu seperti awan kelabu berwarana putih pekat tapi,
kadang cinta akan berubah menjadi hitam pekat yang menyeramkan
pemadangan mata. Tidak ada tahu bagaimana cinta itu dan bagaimana cinta
dapat dirasakan karena, cinta hanya sebuah kata yang sulit dilakukan*
Gadis
cantik bermata indah ini dengan wajah oriental Indonesia-cina menambah
kecantikan, tapi pagi ini raut wajahnya ada guratan kesedihan dalam
hatinya yang kadang dia berpikir kalau tidak ada sebuah kepercayaan
beberapa hari yang lalu. Gadis itu mulai mengalihkan pandangan kesebuah
foto yang terpanjang dikamar gadis ini dan disisi ada sebuah meja dimana
dia meletakan foto dan disebelah ada juga sebuah foto yang sangat dia
sukai sampai dia tidak melupakan foto itu. Gadis itu mulai mengambil
foto satunya, dimana foto itu seorang pemuda merangkul pinggang seorang
gadis dan gadis itu menampakan wajah tidak bahagia pada bagian foto ini.
Dua sejoli itu adalah Handi Morgan Winata dan Linda Kumalasari. Gadis
yang terlihat murung dan merasa gelisah dia, Linzy. Matanya tidak perna
lepas memandang melihat kearah garasi rumah, dia begitu resah sejak
suaminya Morgan begitu dingin dan cuek pada gadis ini. Ada rasa takut
yang menerpa gadis dan dia ingat benar kalau pemuda yang sangat dia
cintai ketika marah dan kecewa pasti dia cuma bisa diam atau tidak pergi
dari rumah begitu saja. Linzy juga menatap sebuah amplop yang dia
terima tadi malam dan amplop coklat itu begitu misterius dan tertera di
depan amplop untuk "Nyonya Winata" Linzy tahu kalau ini bukan hal
pertama dia dapat dulu, waktu Morgan menyatkan perasaannya dia perna
menjadaptkan amplop yang tulisannya "Calon Pacar Handi Morgan Winata"
sepertinya teror akan terus menghantuinya sampai sang peneror itu puas
melakukan hal sejahat ini pada Linzy. Dengan rasa malas Linzy mengambil
amplop itu dan meletakan lagi, foto pernikahannya di sisi meja kamarnya.
Dengan perasaan was-was gadis ini mulai membuka tali amplop coklat itu
dan hati berdesir cepat dan dia mulai melihat tali itu sudah terbuka.
Saatnya dia melihat isi amplop itu apa dan apa mau si peneror untuk mau
melakukan hal sehina ini. Mata melotot hebat dan napasnya tidak
beranturan, hatinya begitu sesak dan amarahnya mulai memuncak ketika
melihat, sebuah foto di dalam amplop ini tadinya akhirnya dia pegang.
Matanya begitu memanas dan hati seketika hancur melihat foto diamplopnya
adalah pemuda yang sangat dicintai, berciuman begitu panas dan foto
satunya dimana foto itu begitu terlihat mesrah kalau, pemuda yang dia
cintai tertidur pulas bersama seorang gadis, membuat Linzy begitu jijik.
Foto satu lagi pemuda memeluk gadis itu disebuah ranjang dalam keadaan
tidak memakai sehelai pakaianpun. Hancur juga hati gadis ini, Morgan
yang dia sayangi dan begitu dia cintai ternyata rela selingkuh dengan
wanita lain karena rasa kecewa yang berkecampukan.
"Kenapa ayah
melakukan semua kenapa yah?"tangis Linzy pecah dan hati saat begitu
hancur ketika, melihat sebuah foto suaminya bersama gadis yang dia tidak
kenal.
"Kenapa ayah kecawin bunda lagi dan kenapa ayah biarin,
air mata bunda menetes lagi. Ini lebih sakit yah, dari pada ayah
menyiksa bunda yang dulu-dulu itu hiks...hiks...hiks..., "tangis Linzy
yang muak dengan sifat Morgan dan dia mulai meremas foto itu saking
kesalnya.
"Apa kamu tidak kasihan dengan anak kita, padahal kamu
bilang sama aku kamu bahagia ketika, aku memberikan anak untukmu, "lirih
Linzy yang terus membelain perutnya yang masih datar dan kali ini dia
begitu sakit kalau anak yang dia kadung bukan anaknya Morgan.
"Apa kamu begitu kecewa sama aku yah..., "lirih Linzy memeluk lututnya dan dia mulai ponselnya untuk menghubungi seseorang.
To My Dear....
Ayah buat bunda kecewa lagi kali ini, apa salahku yah mungkin aku harus pergi dari hidupmu yah
Send...
"Mungkin
aku gak seharusnya mencintaimu yah dan pergi dari kehidupanmu itu lebih
baik, "kata Linzy yang perlahan mulai mengambil koper besar miliknya
dan dia mulai mengambil baju miliknya untuk dimasukin dikopernya.
"Ini
mungkin terbaik untukmu dan aku tidak akan muncul dihadapnmu lagi,
"kata Linzy menyeret kopernya dan mulai turun dari anak tangga untuk
benar-benar meninggalkan Morgan.
"Linzy!!!"pekik seorang gadis dengan wajah gusarnya dia sudah ada dibawah sambil menatap Linzy dengan tatapan aneh.
"Frina,
maafin aku kali ini aku benar-benar gak kuat harus bersamanya. Maaf aku
harus tinggalin dia, karena dia udah kecawain aku lagi, "kata Linzy
berhambur memeluk sahabatnya itu.
"Kenapa Zy?! apa ada sesuatu,
yang terjadi sampai kamu dibuat kecewa sama Kak Morgan lagi apa kamu
disiksa lagi sama dia. Kurang ajar apa mau dia sebenarnya, "geram gadis
ini yang ikutan kesal pada kakaka satu-satunya yang tidak perna berubah.
"Gak
Fri, kemarin Morgan janji gak akan perna kecawain aku dan dia janji
akan berubah untuk aku dan juga anak kita, "isak Linzy dalam pelukan
Frina dan gadis itu begitu iba melihat kehidupan rumah tangga sahabatnya
yang tidak bahagia bersama kakakanya.
"Maafin aku Zy, bila
hidupmu seperti ini seandainya dulu aku tidak berniat mendekatkan kamu
dan Kak Morgan, pasti kalian tidak akan jatuh cinta, "kata Frina
menyesal dengan semua perbuataannya dan ingin rasanya gadis ini memutar
waktu lagi.
"Ini takdir Fri dan kenyataannya dia adalah cinta
pertamaku, aku gak bisa menghindari hal itu. Sekarang saatnya aku pergi
yah, "kata Linzy melepaskan pelukan dari sahabatnya dan mulai berpamitan
pergi kesuatu tempat agar tidak ditemukan
oleh Morgannya.
"Zy
jangan pergi, "lirih Frina yang terlihat tidak mampu melepaskan sahabat
satu-satunya dan dia kehilangan Linzy selamanya sebagai sahabat
terbaiknya.
"Aku tidak...., "kata Linzy menggantung saat ingin
mengatakan sesuatu tapi, tiba-tiba munculah seseorang membanting pintu
ruang tamu rumahnya sampai pemuda itu terlihat kusut dan penampilan yang
berantakan.
BRAKKKK.....
"Bunda!!!!"kata seorang pemuda dengan wajah kusutnya dan dia terlihat begitu gusar ketika, melihat Linzy membawa sebuah koper.
"Ayah!!!"kaget Linzy ketika tahu pemuda itu Morgan suaminya dan tanpa rasa bersalah pemuda itu datang dengan seenaknya.
"Bun,
maafin ayah jadi tolong jangan tinggalkan ayah. Oke ayah salah percaya
ngomongan Angel tapi, kali ini jangan tinggalkan ayah, "kata Morgan
dengan wajah melas meminta Linzy terus bersama.
"Seenaknya ayah
mengatakan itu lihat ini, "sentak Linzy melempar sebuah foto yang tadi
pagi dia lihat. Hancur sudah perasaan gadis ini terhadap pemuda yang
sangat dia cintai.
"Ini gak mungkin, aku gak mungkin melakukan
ini, "kata Morgan tidak percaya dengan foto yang diberikan Linzy padanya
karena sejak dia bangunpun dia sudah ada diapertemen miliknya.
"Ayah
masih mengelak dan sekarang aku Linda Kumalasari meminta anda Handi
Morgan Winata menceraikan secepatnya istri tercinta anda, "bentak Linzy
yang sudah tidak tahan kalau Morgan menyakitinya.
"Tidak!!!aku tidak akan menceraikan kamu. Kamu tidak akan perna lepas dariku Linzy ikut aku!!!!"gertak Morgan menarik
paksa Linzy, bila pemuda ini sudah marah dia akan menyakiti orang sekitarnya walau orang itu yang dia sayangi.
"Kak
Morgan jangan gila kak!!! ingat kak, Linzy lagi hamil tolong jangan
sakit dia, "bentak Frina yang menunjuk muka Morgan dan gadis ini sudah
kehabisan kesabaran menghadapi sikap egois kakakanya.
"Diam
kamu!!!ini urusan rumah tangga kakaka dan Linzy kamu gak berhak ikut
campur, sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ini, "maki Morgan pada
adik semata wayangnya ketika dia harus mengusirnya dan kali ini dia
harus melakukannya.
"Gak, yang ada Kak Morgan pasti bakal nyakitin
Linzy dan aku berhak ikut campur rumah tangga kakaka karena, Linzy itu
sahabat aku, "kata Frina yang menatap tajam kedua bola mata kakakanya
itu.
"Oke jangan menyesal kakaka akan sakitin dia. Ayo ikut aku,
"kata Morgan menarik kasar Linzy menuju kamar atas dan sepertinya pemuda
ini akan melakukan tindakan yang tidak baik untuk istrinya.
"Lepasin
aku Morgan sakit!!!aw...., "berontak Linzy ingin lepas dari Morgan
tapi, Morgan menghirukan rintihan Linzy dan terus menyeret gadis itu
menuju kamar atas.
"Kak Morgan!!!!sial shittt, "gerutu Frina yang kali ini tidak bisa berbuat apa-apa dan mulai keluar dari rumah Linzy dan Morgan.
**********
LINZY POV...
Jakarta, 13 Maret 2014 Jam 14.00 Wib.
*Sakit
ini tidak sesakit ketika, kamu mengambaskan sayap putih kerah jiwaku
yang terlelap indah. Rasa sakit yang kamu berikan seperti belatin tajam
yang siap menusuk hatiku ini*
Semua
akan terulang lagi dan waktu itu tidak akan bisa mengelak, kalau semua
hanya sia-sia. Dimana kebahagian yang aku dapat, apa pemuda yang sangat
aku cintai lagi-lagi melakukan hal yang membuat diriku jijik. Hal yang
aku benci ternyata terulang lagi dimana aku dalam keadaan hamil dia
masih melakukan hal ini. Sebenarnya siapakah yang harus dipersalahkan
dan aku tidak ingin merasakan sakit ini lagi. Pemuda ini melakukan
melakukan hal bejat lagi disaat aku benar-benar kecewa dimana otaknya
itu, disaat aku mengandung anaknya dia dengan seenak jidatnya
memprilakukan aku dengan tidak layak sebagai seorang istri dan dengan
kasar dia memaksaku melakukan hubungan intim yang tidak aku suka. Aku
benci melakukan hal itu lagi dan aku muak harus melayani dia dalam
keadaan begitu emosi. Apa dia lupa kalau janjinya padaku tidak
menyakitiku lagi dan selalu melindungi aku, tapi buktinya itu cuma
bualan belakang. Dengan tangisan kecil aku menyembunyikan wajahku
kedalam kaki sambil memegang lututku yang terasa begitu nyeri. Aku
melihat pemuda yang aku sangat aku sayangi, Morgan terlihat terlelap
dalam mimpi alam sadarnya dengan dada telanjang dan dia cuma menggunakan
boxer saja yang melekat dalam tubuhnya. Aku mulai berpikir kalau,
Morgan cuma bisa membuat diriku tahu apa cinta itu dan apa kebahagian
dan juga kebersamaan itu. Dengan balutan selimut aku mulai mengambil
bajuku yang berserahkan dikamarku dan Morgan. Dengan balutan selimut
yang melilit dari tubuhku, aku mamasuki kamar mandi untuk membasuh
diriku yang masih terasa lengket tapi, saat ingin ke kamar mandi ada
tangan kekar menghentikan diriku saat ini. Morgan menatapku begitu tajam
dan matanya tidak lepas melihat tubuhku dari atas sampai bahwa sehingga
membuat aku risih sendiri. Aku melihat dirinya cuma telanjang dada
menatap sungguh sinis dan itu membuat hatiku miris sekali.
"Lepaskan
aku, kamu udah puaskan menggulang perbuatan ini lagi. Kalau perlu kamu
bunuh aku bersama anak yang aku kandung ini, "cetusku mendorong tubuhnya
sehingga yang aku lihat dia terjatuh ke lantai.
"Aku tidak akan
berbuat seperti ini kalau gak ada sebabnya jadi, jangan buat aku
menamparnu nantinya, "ketus Morgan yang sekarang ini menghampiriku dan
aku mulai berjalan mundur tapi, sayang tubuhku sudah mentok ditembok
sehingga wajahku dan wajahnya cuma beberapa senti saja.
"Lepasin aku, aku banci kamu Morgan!!!"jeritku begitu keras sehingga menimbulkan suara yang begitu nyaring.
"Kamu
gak akan bisa benci sama aku karena, anak yang kamu kandung masih darah
dagingku, "celetuk Morgan dan aku yang mendengar penuturan Morgan
seperti mati gaya saja dan terasa dadaku begitu saja.
DEG....DEG....
"Sayang
ayah akan tetap disini sama kamu jadi, jaga bunda., "kata Morgan
mengusap perut datarku dan aku melihat wajah Morgan yang terlihat keren
tapi, akhirnya membuang muka kearahku.
"Lepas Gan, aku gak butuh
kamu dan detik ini juga aku akan pergi dari hidup kamu, "lantangku dan
sontak membuat Morgan ingin menamparku tapi, diurungkan niatnya itu.
"Kamu tidak akan perna lepas dariku, "kata Morgan mencekram bahuku dan daguku juga dicekram begitu kasar.
"Gan hentikan, sakit...., "rintihku karena secara tiba-tiba aku merasakan perutku terasa nyeri dan rasanya begitu menyakitkan.
"Kamu, jangan akting Zy, "sentak Morgan yang tidak percaya aku kesakitan dan Morgan malah menanggapi dengan begitu santainya.
"Aku
gak akting!!!ini sakit awww...!!!"ringisku yang akhirnya mencekram
selimut yang melilit dari tubuhku. Aku merasakan tubuhku tidak seimbang
dan bayangan menjadi pudar dan seketika aku begitu pingsan seketika
dalam pelukan suamiku, Morgan.
"Sayang bangunlah sayang, yah tuhan
darah..., "pekik Morgan langsung menggendong tubuhku dan dengan cepat
Morgan mengganti pakaianku dan dirinya, dengan segera mungkin dia
mengambil kunci mobilnya dengan rasa panik.
"Maafin ayah, bun
maaf, "lirih Morgan yang merasa bersalah padaku dan secepat kilat dia
mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.
*Tidak
ada yang tahu bagaimana sakitnya ketika, semua perasaan tertumpah
menjadi belati hitam tajam. Tidak ada yang tahu rasanya tertusuk paku
yang rasanya diterpa badai angin*
To Be Continue.....
Apakah
yang terjadi pada Linzy kenapa, dia pingsan secara tiba-tiba dan
siapakah yang melihat Morgan bersama seorang gadis saat memasuki hotel
dan siapakah gadis yang menguping pembicaraan Ferly dan Pj?
Tunggu
saja part 5nya yah!!!!!!!!
Bagaimana
para pembaca tersayangku part 4 ini bagus atau jelel maaf, kalau kuran
ngefell. Maaf jug kalau masih banyak typo bertebaran kesana-kemari
maklumlah aku masih penulis amatir dan tentu masih banyak penulisan yang
salah.
Please Comment and Like!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar