Sabtu, 17 Mei 2014

Don't Hurt Me Part 4 |By Chaca Maharini|











Author  : Chaca Maharini.
Genre   : Romance and Happy-end  
RG       : 13
Cast     :
Handi Morgan Winata(Morgan)
Linda Kumala Sari(Linzy)
All Member 7ICONS
Nadiatu Wafrina(Frina)
Rara Anggi Dewanti(Rara)
Boy William(Boy)
Ferly Putra(Ferly)





No Copas...
No Edit...







Happy Reading All...







PART 4
*****




AUTHOR POV...






*Cinta seperti secuil emas berlian yang berharga bagi yang memilikinya, tapi cinta bisa menjadi pudar ketika semua sirna dalam sekejap mata*



     Gadis berparas cantik dan menawan dengan, tampilan yang cukup menawan dan mata sipitnya menambah kesan cantik gadis ini. Tampak dua sejoli ini yang berstatus suami-istri terkejut atas kedatangan gadis apa lagi, pemuda disampingnya gadis yang dicintai sangat dan dia sangat membenci kedatangan gadis yang dari dulu dia benci. Tampak gadis ini cuma bisa tersenyum licik dan sinis pada dua sejoli itu dan sebisa mungkin dia tenang melihat pemuda itu merangkul gadis yang sangat menjijikan baginya. Dengan wajah yang dibuat seceria mungkin, perlahan gadis ini mendekati sepasang suami-istri itu dengan perasaan jengkel dan ingin rasanya dia cepat-cepat melaksanakan rencananya yang sudah dia atur semulus mungkin. Pemuda yang dari tadi diam seribu bahasa dan tetap memegang erat jemari istri tercintanya dan dia tidak mau gadis dihadapannya menyakiti orang yang sangat berharga baginya. Dia tahu niat gadis itu tidak perna baik dan ingin mencelakai keluarga kecilnya terutama gadis yang dia cintai, tampak pemuda itu menatap gadis dihadapannya dengan tatapan tajam. Dia ingat benar dia mana dulu gadis ini perna, mencelakai gadis yang dia cintai dan hampir mati.
"Apa kabar Handi Morgan Winata, "kata gadis ini tersenyum seceria mungkin, padahal dalam hatinya dia membenci harus berakting menjadi baik dihadapan gadis yang sangat dia benci.
"Ngapain kamu kesini dan jangan sok manis dihadapan aku dan istriku juga, "celutuk pemuda ini Morgan yang terlihat menahan amarah ketika, tahu gadis ini adalah Angela Tee atau Angel yang dulu suka mencelakai istrinya Linda Kumalasari atau Linzy sejak dulu.
"Slow down Gan, aku kesini cuma ingin tahu apa benar Linzy hamil dan yang dikatakan Uty benar, "cetus Angel dengan nada santai tapi, terkesan tidak percaya Linzy hamil anaknya seorang Handi Morgan Winata.
"Apa maksudmu Ngel?"bingung gadis ini Linzy yang sudah muak dengan sifat Angel yang tidak perna berubah-ubah sejak dulu.
"Kenapa Zy, kamu mau tanya apa maksudku. Aku tegaskan, aku tidak percaya anak yang kamu kandung itu anaknya Morgan. Upss....salah ngomong yah, maaf Zy tapi bukan beberapa bulan ini kalian pisah ranjang yah, "cetus Angel yang bermaksud memanas-manasi Morgan kalau anak yang dikandung Linzy bukan anaknya.
"Kamu jangan salah nundu yah dan kamu gak berhak ikut campur masalah rumah tangga aku dan Morgan, "sentak Linzy dengan mata yang berkaca-kaca dan Morgan yang mendengar perkataan Angel hanya bisa diam sesaat.
"Linzy kamu harusnya sadar kamu itu udah miskin,gak selevel sama Morgan seorang pengusaha muda dan juga artis papan atas saat ini. Apa jangan-jangan kamu itu, gadis murahan yang cuma mau hartanya Morgan yah. Gan, harusnya kamu sadar gadis yang dihadapanmu ini gak tulus cinta sama kamu dan dia itu....., "potong Morgan yang secara tiba-tiba memutus pembicaraan Angel sehingga, gadis itu dibuat geram atas tindakan Morgan yang seenaknya.
"Diam!!!!kamu gak berhak memaki istriku Linzy karena, kenyataannya apa yang kamu katakan itu gak bener. Dia gadis yang aku cintai bukan gadis matre sepertimu dan satu lagi aku menikahi dia, bukan kemauan dia tapi aku memaksanya ngerti gak nona Angela Tee terhormat, "bentak Morgan ingin menampar Angel tapi, ditahan oleh Linzy supaya tidak berbuat kasar terhadap semua gadis.
"Wah...wah ada pahlawan kesiangan nih, hay Linzy!!!aku gak perlu bantuanmu dan jangan sok baik dihadapanku karena, menurutku kamu cuma gadis munafik, "maki Angel dengan nada penekanan dan Linzy mendapat makian dari gadis dihadapannya cuma bisa menunduk.
"Ngel, aku tahu kamu benci sama aku sampai kamu membuat sahabatku pergi dari sisiku dan Frina. Aku sadar Rara sejak dulu suka sama Morgan dan kamu mencoba mempengaruhinya, kamu mencoba membuat dirinya menghancurkan persahabatannya denganku. Kamu licik Ngel, dia satu-satunya gadis yang menurutku baik tapi, kamu dengan liciknya menghancurkannya, "sentak Linzy penuh emosi dan mencoba mengeluarkan isi hatinya yang dia pedam selama ini terhadap sifat Angel yang membuatnya muak.
"Hay Angel aku udah perna bilang sama kamu, berhenti mengejarku karena aku cuma cinta sama Linzy sejak dulu. Aku udah tahu kenapa dia pergi dari hidupku itu karen, kamu Angel!!! kamu mengancamnyakan, kamu bilang sama dia bakal menghancurkan kehidupan kedua orang tuanya dan kamu tidak melakukan itu asal dia pergi dari kehidupanku. Picik juga pikiranmu Angel, bertahun-tahun aku membenci dia karena aku pikir Linzy wanita sok jual mahal ternyata semua itu ulahmukan, "cetus Morgan dan itu membuat Angel terkejut atas pernyataan Morgan, padahal yang dia tahu Linzy berjanji tidak akan memberi tahu kebenarannya pada Morgan.
"Kamu...Linzy....!!!!"pekik Angel benar-benar terkejut dan dia menatap tajam Linzy agar bisa mendapat sebuah jawaban kalau Linzy telah membongkarnya dengan seenaknya.
"Ada pertunjukan asyik nih!!!halo nona Angela Tee tambah cantik aja atau gak tambah sadis aja, "celutuk seorang pemuda bertubuh tegap dan berwajah Indonesia-Korea yang muncul tiba-tiba. Pemuda itu mencoba menyindir Angel dengan kata-kata yang menusuk hati.
"Boy, ngapain kamu disini bukan tadi kamu bilang gak mau kesini karena ada urusan, "heran Morgan ketika melihat sahabat terbaiknya Boy William muncul dihadapannya dengan, tatapan santainya.
"Niatnya aku mau ke rumah Pj karena, ada urusan sebentar sama tuh anak. Tapi tanpa sengaja aku lewat rumahmu dan lihat cewek ular ini. Sepertinya kamu sama Linzy mending masuk, apa lagi Linzy lagi hamilkan Gan jadi gak baik untuk gadis yang hamil muda dekat nenek lampir jadi mending masuk aja, "suruh Boy terhadap suami-istri dan sekarang pemuda itu mendapatkan tatapan sinis dari Angel.
"Boy!!!!lepasin aku woy Boy, "jerit Angel ketika ditarik kasar oleh Boy yang notabenya pemuda playboy tapi, tidak perna kasar pada semua gadis. Tapi kali ini dia terpaksa berprilaku kasar pada gadis dihadapannya ini.
"Ayah..., "lirih Linzy setelah Boy dan Angel pergi dari rumah mereka, Morgan dengan cuek meninggalkan istrinya. Mungkin saat ini ada rasa kecewa dalam hati pemuda ini.
"Maafin ayah yah, bun tapi kali ini ayah serba bingung dengan semua ini, "batin pemuda ini mulai melangkah ke dalam kamar dan niat memasak untuk istrinya diurungkan niatnya karena, rasa kekecewaan dalam hati pemuda ini.






SKIP...
SKIP...






Jakarta, 12 Maret 2014 Jam 12.00 Wib.





*Bahagia itu sederhana tapi, sebuah kebahagian itu adalah rangkaian kata-kata yang susah untuk diwujudkan*




     Gadis berambut hitam dan wajah Belanda-Jawa menambah kecantikan gadis ini. Perlahan gadis ini mengambil sebuah secarik surat dimana, dulu sebuah masa lalunya sebagai kenangan terpahit. Dia sadar kalau saja dia tidak melakukan tidakan bodoh dan cepat melakukannya, nyawa orang yang sangat dia sayangi akan melayang seketika. Dia ingat benar kalau tindakan memilih pemuda yang sangat dia cintai dari pada kedua orang tuanya tindakan yang sangat memuakan. Tapi, itu semua dia lakukan agar papa dan mama yang dibanggakan tahu siapakah calon suami itu. Semua menjadi sirna ketika, kekasih yang dia cintai selama 4 tahun dan itu karena, kekasihnyq adalah dari keluarga yang dibenci oleh kedua orang tuanya. Padahal sudah berkali-kali pemuda yang sangat dia cintai .melamarnya tepat di depan rumah tapi, dengan angkuhnya kedua orang tuanya menolak mentah-mentah semua lamaran itu. Sedih dan resah dirasakan gadis ini akhirnya bertekad bulat gadis ini meningglkan keluarganya dan hidup sebatang kara untuk menjadi orang yang sukses. Tapi sebuah malapeta terjadi, papa yang sangat dia sayangi meninggalkannya untuk selama-lamanya dan tambah membuat dia sakit hati kekasih hatinya yang selalu dia cintai, mempunyai perasaan lebih pada seorang gadis yang sudah dianggap adik sendiri. Sampai malam itu insiden harus terulang lagi, dimana pemuda yang sangat dia cintai tega menodainya karena faktor tidak ingin gadis ini lepas lagi dari genggamannya. Sakit dirasakan gadis ini apa lagi, setiap mengingat masa lalunya bersama pemuda itu yang tega menyakitinya dan dengan santainya dia mempunyai perasaan pada gadis lain yang jelas-jelas sudah dianggapnya adik sendiri.
"Kamu tega Fer tega!!!!!"jerit gadis ini menyobek sebuah surat dimana dia tahu perasaan kekasih hatinya dan itu terjadi 2 tahun yang lalu.
"Kenapa kamu ingin memilikiku tapi, dengan seenakmu..., "gantung gadis ini Pj atau lengkapnya Putri Ajeng Intan Novitasari mulai membuang semua alat make upnya ke lantai sehingga menimbulkan suara yang tidak enak didengar. Perlahan gadis ini mengambil sebuah silet kecil dari laci dan diarahkan ke nadinya, mungkin gadis ini sudah capek untuk terus bersabar dan memahami apa kemuan kekasihnya sampai rela diambil kesuciannya malam itu dan dia ingat benar, kalau kekasihnua menggigau namanya tapi disisi lain dia juga mencintai gadis lain.
"Kenapa kamu mencintai Linzy yang jelas-jelas istri sahabatku Morgan. Lebih baik aku mati saja dari pada, merasakan sakit hati seperti ini, "gumum Pj yang mulai menyayat nadinya dan siap untuk mati seketika.
"Pj!!!!!jangan gila kamu, "sentak seorang pemuda yang tiba-tiba masuk ke kamar gadis ini. Dengan gerakan cepat pemuda itu untuk membuang silet yang tadi ditangan Pj sehingga tidak sengaja pemuda itu malah kena sayatan silet itu.
"Kenapa kamu gak biarin aku mati Ferly Putra!!!biar kamu puas dan kamu gak perlu nyakitin hatik aku. Kamu sadar gak, apa yang kamu perbuat malam itu kamu telah menodai aku. Padahal dulu kamu berjanji sama aku, selalu melindungi aku,menyayangi aku sampai kamu berjanji tidak akan membuatku menangis tapi kenyataannya kamu menyakitiku Fer, "teriak Pj dengan suara cukup keras dan nada begitu lantang. Mungkin saat ini dia begitu frustasi yang ada emosinya tidak terkendali.
"Je, aku udah perna bilang sama kamu. Aku janji akan menikahimu karena, aku mau kamu jadi milikku, "kata pemuda ini Ferly Putra yang perlahan memeluk kakasihnya dan dia sadar kalau Pj adalah segalanya, walau sesaat dia mencintai gadis lain tapi dalam lubuk hatinya cinta pada gadis ini lebih dari dia mencintai Linzy.
"Hiks...hiks....hiks...aku gak kuat Fer, " kata Pj dengan suara paraunya dan tanpa dia tahu air mata telah menetes memabahasai baju yang dikenakan oleh pemuda ini. Dia tahu rasa sakitnya tidak bisa terobati dengan apapun dan sekarang dia harus menerima kenyataan kalau Ferly telah membagi cintanya pada gadis lain.
"Kenapa kamu harus suka Linzy yang jelas-jelas gadis yang telah membuat aku bahagia dan tersenyum. Aku sakit, Fer sakit mendengar pengakuan kamu menyukainya. Apa kamu gak tahu mamaku, berniat menjodohkan aku dengan pemuda lain kalau sampai kamu tetap menyakitiku. Dia tahu semua tentang kamu,tantang aku dan tentang masalah aku dan kamu yang hubungan tidak jelas seperti ini, "lirih Pj dengan perasaan takut apa lagi dia ingat benar mamanya tetap bersikukuh menjodohkan dia dengan pemuda pilihan yang tepat.
"Gak sayang, aku tidak akan memberiarkan mamamu menjodohkan kamu dengan pria lain dan kamu harus jadi milikku, "kata Ferly perlahan melepaskan pelukan dari kekasihnya dan sekarang pemuda ini menatap intens mata gadis yang yang dia cintai.
"Apa kurangku Fer, kenapa kamu tega menyakitiku dan berani mencintai Linzy, yang kamu tahu sendiri Linzy sangat cinta sama Morgan sejak dulu kamu tahukan, "lirih Pj dengan nada penekanan dan saat ini gadis menunduk tanpa melihat kearah Ferly yang telah berkali-kali menyakitinya.
"Maafin aku Je, aku mohon tetaplah disisiku, "kata Ferly yang merasa bersalah dan mulai membelai wajah kekasihnya dengan sejuta rasa keresahan.
"Jadi, kalian telah melakukan aku gak percaya Je, "pekik seorang gadis tidak percaya kalau Pj dan Ferly adalah pasangan yang hina menurutnya. Apa lagi gadis ini, perna iri pada Pj bisa mendapatkan pemuda seganteng dan setia seperti Ferly Putra yang berprofesi sebagai pengusaha termuda yang mempunyai banyak pesona.
"Yah tuhan!!!!"kaget Pj dan Ferly melihat gadis yang sangat dikenalnya mendengarkan semua pembicaraannya mereka. Apa lagi menyakut kenyataan hubungan mereka yang tidak lagi suci dan ternodai begitu saja karena, tindakan bodoh Ferly tentunya.






********




MORGAN POV....





Jakarta, 12 Maret 2014 Jam 21.00 Wib.






*Cinta itu adalah kepercayaan yang saling mengerti, dimana salah satunya satunya mengerti satu sama lain. Tapi kadang cinta seperti berkelabu hitam tanpa ada yang tahu kepercayaan seperti apa*




     Cahaya berkelap-kelip dengan detuman musik berirama menambah suasana di sebuah diskotik yang cukup ramai. Mataku tidak perna lepas melihat sekelilingi ruang penuh dengan sepasang sejoli yang lagi mamadu kasih, apa lagi aku bisa melihat pemuda disamping mereka mata begitu bernafsu sunggu dunia akan hancur dengan manusia-manusia yang bejat dan otak yang tidak perna benar. Dengan kasar aku duduk disebuah betender, dengan suara musik yang keras apa lagi aku melihat seorang Dj mulai memainkan musik dengan lincah dan membuat suasana menjadi begitu panas dengan musik yang begitun eskostis. Aku mulai memesan satu gelas wine dengan kadar yang cukup tinggi dan mungkin hatiku saat ini tidak menentu mendengar sebuah pernyataan dari Angel kalau Linzy, gadis yang aku cintai itu tega membohogiku. Otakku mulai berputar dimana dulu, aku dan Linzy awal berkenalan sampai aku mengetahui kalau dia gadis bekerja kerja untuk membantu kedua orang tuanya. Sampai aku mengetahui bagaimana dirinya dan aku tidak, tahu kalau perasaan kagumku kepadanya menjadi rasa cinta yang sangat besar. Aku sadar kalau, rasa cintaku kepanya membuat sebuah malapetaka sehingga, dengan seenaknya aku menyakitinya,menyisaknya dan yang lebih parah lagi kalau aku menikahinya karena sebuah hutang kedua orang tuanya terhadapku dan imbalannya adalah Linzy. Itu semua aku lakukan karena, cinta tapi cintaku kepadanya begitu buta dan seakan menutup diriku untuk tidak menyakitinya. Aku tahu, dia tersiksa ketika aku memintaanya melayaniku dengan tindakan begitu kesar apa lagi hubungan intim suami-istri yang didasari dengan tidakan tidak berkemanusian adalah hal yang sangat bejat. Kadang, aku melihat dirinya menangis,resah,gelisah dan marah setiap aku memintaanya melayaniku dengan nafsu layaknya seorang pria. Jujur hatiku saat itu begitu perih tapi, rasa benciku kepadanya lebih besar dari pada rasa sayangku sejak dulu. Tapi semua telah berubah sejak aku mengetahui dirinya hamil anakku, rasanya bahagiaku bertambah dan aku menjadi tahu kenapa dia tega meninggalkan aku sejak dirinya lulus kuliah. Perlahan aku, meminum wine dihadapanku dan aku merasakan pusing menyerang diriku secara tiba-tiba tapi, tidak membuat diriku menghentikan aksi mabukku malam itu.
"Zy, kenapa rasa cintaku mengalahkan semuanya, tapi aku yakin dia anakku arghhhhhhh!!!!"geramku mulai kesal dengan semua yang ada diotakku dan tidak mungkin Linzy gadis yang menjaga harg dirinya, mau menyerahkan diri kepada laki-laki bermata keranjang.
"Zy....aku cinta sama kamu cinta, "ocehku tidak jelas dan aku mulai merasakan pusing dalam diriku, mungkin kadar alkohol itu membuat diriku tidak begitu seimbang.
"Dia anakku kan Zy, katakan Linda Kumalasari anak yang kamu kandung anakku, bukan anak pria lain, "gerutuku yang mulai tidak waras lagi dan diskotik juga mulai sepi. Aku tahu malam ini dia akan menunggu tapi, aku kali ini tidak peduli karena rasa kecewaku lebih besar dari pada rasa sayangku ini.
"Rencana dimulai dan sayangku, kamu akan merasa sesuatu yang berbeda. Zy, kamu akan melihat orang yang kamu cintai dan sayangi pergi dari sisimu. Oh baby let's go time, "kata seorang gadis dari kejauhan dan mulai mendekatiku. Aku melihat gadis itu berpakaian cukup seksi dan memperlihatkan kemolekan tubuhnya tapi, dalam pengaruh alkohol mataku mengejap seketika kalau gadis itu berubah wujud menjadi wajah gadis yang aku cintai Linzy. Aku yang setengah sadar mulai memeluk pinggang gadis itu dan perlahan di tempat umum seperti ini aku masih sempat-sempatnya mencium bibirnya dengan kilat. Ada sebuah senyum devil yang terpancar dari wajah Linzy,ketika aku memberikan ciuman kilat tadi.
"Bunda ngapain disini kangen sama ayah atau bunda mau nemuin selingkuhan bunda yah. Bundakan udah punya ayah ngapain cari pria lain, ingat bun nanti anak kita malah seperti bunda loh. Jadi gadis murahan hahahaha..., "tawaku yang merangkul Linzy dan mulai memasuki sebuah mobil milikku.
"Jadi Linzy hamil, ini gak bisa dibiarin aku akan menghancurkannya dengan caraku sendiri, "batin gadis ini yang aku anggap Linzy melajukan mobilnya ke suatu tempat dan aku tidak mengetahui dimana dia membawaku nantinya.
"Bunda jangan pergi dari ayah, bunda harus tahu ayah itu cinta banget sama bunda, "ocehku tanpa henti dan aku masih sadar kalau saat ini aku sangat membutuhkan istriku yang sangat aku cintai.
"Dasar bodoh, dia mau aja dibohobgi. Yah tuhan, Gan kamu itu laki-laki tolol atau memang kamu itu lemah. Aku lihat aja Zy, malam ini suamimu akan menjadi milikku seorang, "batin gadis ini dengan senyum liciknya dan sesekali gadis ini mentapku dengan belain dari tangannya.
"Bunda...bunda, ayah sayang sama bunda jangan tinggalkan ayah, ayah gak peduli ngomong nenek lampir itu. Ayah sakit!!!!"ocehku dalam pengaruh alkohol dan kemungkinan aku sudah benar-benar tidak sadar cuma, ngomong yang tidak jelas sehingga menimbulkan aku berbicara seperti itu.
"Zy, aku heran kenapa kamu bisa membuat seorang pemuda bernama Handi Morgan Winata tergila-gila denganmu. Padahal sudah sejak dulu aku suka dengannya, kenapa harus kamu shitttt!!!!aku bersumpah Zy, kamu atau Angel tidak perna dapatin Morgan karena dia milikku seorang, "runtuk gadis ini dengan wajah segeram mungkin dan dia mulai merogoh handphone dari kantog saku bajunya dengan gerakan cepat gadis itu mulai mencari sebuah kontak telepon yang akan dia hubungi. Gadis itu yang berwajah cantik dan menawan ini, mulai berpikir dimana sejak dulu dia menyukaiku dan dia tahu kalau Linzy adalah penggalang baginya buatnya Linzy itu adalah orang yang membuatnya begitu muak dan waktu dia mengetahui aku menyukai Linzy dia begitu geram dan tidak terima apa lagi aku menjadikan Linzy sebagai istriku akhirnya.






*Via Calling....

"Halo, sekarang target sudah ada ditanganku dan sekarang kita mulai semuanya, "kata gadis ini yang berbicara pada seseorang disebrang.
"...., "kata orang orang disebrang sana dengan nada cukup tegas membuat gadia ini sangat puas.
"Sediakan tempat dan ingat jangan perna tinggalkan jejak, kalau sampai ada jejek mati kalian, "gertak gadis ini penuh penekanan dan mulai mengancam orang disebrang sana. Dia tahu kalau kelemahan orang disebrang sana ketika dirinya dia ancam oleh seseorang dan gadis itu tahu kelemahannya.
".... , "kata orang disebrang sana dengan nada pasrah dan menurut saja ketika, mendapatkan gertakan dari gadis ini.
"Bagus sekarang kalian menuju tempat target dan pastikan target tidak akan perna lepas. Ingat jangan celakai dia, kalau sampai celaka kalian berurusan dengan polisi mengerti!!!!maki gadis ini mulai kesal dan dengan secepat kilat dia menurup telepon dengan perasaan yang tidak begitu menentu.
"Siallll!!!!!shitt...lihat saja kamu Zy, kali ini kamu bakal hancur ditanganku, "gumum gadis ini membanting setir mobil dan tepat sekali mobil honda jezzku berhenti disebuah tempat. Gadis itu mulai memampahku untuk masuk disebuah gedung itu.
"Itukan Morgan siapa cewek itu?"gumum seorang pemuda tegap dengan rambut rapi ditambah, pemuda itu berpakaian layak seorang derektur sebuah perusahaan yang cukup terkenal.
"Ada yang gak beres nih, "kata pemuda itu mulai meningglkan tempat itu dan dalam otaknya berpikir terus kenapa aku ada ditempat yang tidak seharusnya aku tidak datangi yaitu sebuah hotel.





*********





AUTHOR POV....






Jakarta, 13 Maret 2014 Jam 07.00 Wib.






*Aku mengerti cinta itu seperti awan kelabu berwarana putih pekat tapi, kadang cinta akan berubah menjadi hitam pekat yang menyeramkan pemadangan mata. Tidak ada tahu bagaimana cinta itu dan bagaimana cinta dapat dirasakan karena, cinta hanya sebuah kata yang sulit dilakukan*



      Gadis cantik bermata indah ini dengan wajah oriental Indonesia-cina menambah kecantikan, tapi pagi ini raut wajahnya ada guratan kesedihan dalam hatinya yang kadang dia berpikir kalau tidak ada sebuah kepercayaan beberapa hari yang lalu. Gadis itu mulai mengalihkan pandangan kesebuah foto yang terpanjang dikamar gadis ini dan disisi ada sebuah meja dimana dia meletakan foto dan disebelah ada juga sebuah foto yang sangat dia sukai sampai dia tidak melupakan foto itu. Gadis itu mulai mengambil foto satunya, dimana foto itu seorang pemuda merangkul pinggang seorang gadis dan gadis itu menampakan wajah tidak bahagia pada bagian foto ini. Dua sejoli itu adalah Handi Morgan Winata dan Linda Kumalasari. Gadis yang terlihat murung dan merasa gelisah dia, Linzy. Matanya tidak perna lepas memandang melihat kearah garasi rumah, dia begitu resah sejak suaminya Morgan begitu dingin dan cuek pada gadis ini. Ada rasa takut yang menerpa gadis dan dia ingat benar kalau pemuda yang sangat dia cintai ketika marah dan kecewa pasti dia cuma bisa diam atau tidak pergi dari rumah begitu saja. Linzy juga menatap sebuah amplop yang dia terima tadi malam dan amplop coklat itu begitu misterius dan tertera di depan amplop untuk "Nyonya Winata" Linzy tahu kalau ini bukan hal pertama dia dapat dulu, waktu Morgan menyatkan perasaannya dia perna menjadaptkan amplop yang tulisannya "Calon Pacar Handi Morgan Winata" sepertinya teror akan terus menghantuinya sampai sang peneror itu puas melakukan hal sejahat ini pada Linzy. Dengan rasa malas Linzy mengambil amplop itu dan meletakan lagi, foto pernikahannya di sisi meja kamarnya. Dengan perasaan was-was gadis ini mulai membuka tali amplop coklat itu dan hati berdesir cepat dan dia mulai melihat tali itu sudah terbuka. Saatnya dia melihat isi amplop itu apa dan apa mau si peneror untuk mau melakukan hal sehina ini. Mata melotot hebat dan napasnya tidak beranturan, hatinya begitu sesak dan amarahnya mulai memuncak ketika melihat, sebuah foto di dalam amplop ini tadinya akhirnya dia pegang. Matanya begitu memanas dan hati seketika hancur melihat foto diamplopnya adalah pemuda yang sangat dicintai, berciuman begitu panas dan foto satunya dimana foto itu begitu terlihat mesrah kalau, pemuda yang dia cintai tertidur pulas bersama seorang gadis, membuat Linzy begitu jijik. Foto satu lagi pemuda memeluk gadis itu disebuah ranjang dalam keadaan tidak memakai sehelai pakaianpun. Hancur juga hati gadis ini, Morgan yang dia sayangi dan begitu dia cintai ternyata rela selingkuh dengan wanita lain karena rasa kecewa yang berkecampukan.
"Kenapa ayah melakukan semua kenapa yah?"tangis Linzy pecah dan hati saat begitu hancur ketika, melihat sebuah foto suaminya bersama gadis yang dia tidak kenal.
"Kenapa ayah kecawin bunda lagi dan kenapa ayah biarin, air mata bunda menetes lagi. Ini lebih sakit yah, dari pada ayah menyiksa bunda yang dulu-dulu itu hiks...hiks...hiks..., "tangis Linzy yang muak dengan sifat Morgan dan dia mulai meremas foto itu saking kesalnya.
"Apa kamu tidak kasihan dengan anak kita, padahal kamu bilang sama aku kamu bahagia ketika, aku memberikan anak untukmu, "lirih Linzy yang terus membelain perutnya yang masih datar dan kali ini dia begitu sakit kalau anak yang dia kadung bukan anaknya Morgan.
"Apa kamu begitu kecewa sama aku yah..., "lirih Linzy memeluk lututnya dan dia mulai ponselnya untuk menghubungi seseorang.




To My Dear....


Ayah buat bunda kecewa lagi kali ini, apa salahku yah mungkin aku harus pergi dari hidupmu yah


Send...




"Mungkin aku gak seharusnya mencintaimu yah dan pergi dari kehidupanmu itu lebih baik, "kata Linzy yang perlahan mulai mengambil koper besar miliknya dan dia mulai mengambil baju miliknya untuk dimasukin dikopernya.
"Ini mungkin terbaik untukmu dan aku tidak akan muncul dihadapnmu lagi, "kata Linzy menyeret kopernya dan mulai turun dari anak tangga untuk benar-benar meninggalkan Morgan.
"Linzy!!!"pekik seorang gadis dengan wajah gusarnya dia sudah ada dibawah sambil menatap Linzy dengan tatapan aneh.
"Frina, maafin aku kali ini aku benar-benar gak kuat harus bersamanya. Maaf aku harus tinggalin dia, karena dia udah kecawain aku lagi, "kata Linzy berhambur memeluk sahabatnya itu.
"Kenapa Zy?! apa ada sesuatu, yang terjadi sampai kamu dibuat kecewa sama Kak Morgan lagi apa kamu disiksa lagi sama dia. Kurang ajar apa mau dia sebenarnya, "geram gadis ini yang ikutan kesal pada kakaka satu-satunya yang tidak perna berubah.
"Gak Fri, kemarin Morgan janji gak akan perna kecawain aku dan dia janji akan berubah untuk aku dan juga anak kita, "isak Linzy dalam pelukan Frina dan gadis itu begitu iba melihat kehidupan rumah tangga sahabatnya yang tidak bahagia bersama kakakanya.
"Maafin aku Zy, bila hidupmu seperti ini seandainya dulu aku tidak berniat mendekatkan kamu dan Kak Morgan, pasti kalian tidak akan jatuh cinta, "kata Frina menyesal dengan semua perbuataannya dan ingin rasanya gadis ini memutar waktu lagi.
"Ini takdir Fri dan kenyataannya dia adalah cinta pertamaku, aku gak bisa menghindari hal itu. Sekarang saatnya aku pergi yah, "kata Linzy melepaskan pelukan dari sahabatnya dan mulai berpamitan pergi kesuatu tempat agar tidak ditemukan
oleh Morgannya.
"Zy jangan pergi, "lirih Frina yang terlihat tidak mampu melepaskan sahabat satu-satunya dan dia kehilangan Linzy selamanya sebagai sahabat terbaiknya.
"Aku tidak...., "kata Linzy menggantung saat ingin mengatakan sesuatu tapi, tiba-tiba munculah seseorang membanting pintu ruang tamu rumahnya sampai pemuda itu terlihat kusut dan penampilan yang berantakan.





BRAKKKK.....
"Bunda!!!!"kata seorang pemuda dengan wajah kusutnya dan dia terlihat begitu gusar ketika, melihat Linzy membawa sebuah koper.
"Ayah!!!"kaget Linzy ketika tahu pemuda itu Morgan suaminya dan tanpa rasa bersalah pemuda itu datang dengan seenaknya.
"Bun, maafin ayah jadi tolong jangan tinggalkan ayah. Oke ayah salah percaya ngomongan Angel tapi, kali ini jangan tinggalkan ayah, "kata Morgan dengan wajah melas meminta Linzy terus bersama.
"Seenaknya ayah mengatakan itu lihat ini, "sentak Linzy melempar sebuah foto yang tadi pagi dia lihat. Hancur sudah perasaan gadis ini terhadap pemuda yang sangat dia cintai.
"Ini gak mungkin, aku gak mungkin melakukan ini, "kata Morgan tidak percaya dengan foto yang diberikan Linzy padanya karena sejak dia bangunpun dia sudah ada diapertemen miliknya.
"Ayah masih mengelak dan sekarang aku Linda Kumalasari meminta anda Handi Morgan Winata menceraikan secepatnya istri tercinta anda, "bentak Linzy yang sudah tidak tahan kalau Morgan menyakitinya.
"Tidak!!!aku tidak akan menceraikan kamu. Kamu tidak akan perna lepas dariku Linzy ikut aku!!!!"gertak Morgan menarik
paksa Linzy, bila pemuda ini sudah marah dia akan menyakiti orang sekitarnya walau orang itu yang dia sayangi.
"Kak Morgan jangan gila kak!!! ingat kak, Linzy lagi hamil tolong jangan sakit dia, "bentak Frina yang menunjuk muka Morgan dan gadis ini sudah kehabisan kesabaran menghadapi sikap egois kakakanya.
"Diam kamu!!!ini urusan rumah tangga kakaka dan Linzy kamu gak berhak ikut campur, sekarang lebih baik kamu pergi dari rumah ini, "maki Morgan pada adik semata wayangnya ketika dia harus mengusirnya dan kali ini dia harus melakukannya.
"Gak, yang ada Kak Morgan pasti bakal nyakitin Linzy dan aku berhak ikut campur rumah tangga kakaka karena, Linzy itu sahabat aku, "kata Frina yang menatap tajam kedua bola mata kakakanya itu.
"Oke jangan menyesal kakaka akan sakitin dia. Ayo ikut aku, "kata Morgan menarik kasar Linzy menuju kamar atas dan sepertinya pemuda ini akan melakukan tindakan yang tidak baik untuk istrinya.
"Lepasin aku Morgan sakit!!!aw...., "berontak Linzy ingin lepas dari Morgan tapi, Morgan menghirukan rintihan Linzy dan terus menyeret gadis itu menuju kamar atas.
"Kak Morgan!!!!sial shittt, "gerutu Frina yang kali ini tidak bisa berbuat apa-apa dan mulai keluar dari rumah Linzy dan Morgan.






**********





LINZY POV...





Jakarta, 13 Maret 2014 Jam 14.00 Wib.





*Sakit ini tidak sesakit ketika, kamu mengambaskan sayap putih kerah jiwaku yang terlelap indah. Rasa sakit yang kamu berikan seperti belatin tajam yang siap menusuk hatiku ini*



      Semua akan terulang lagi dan waktu itu tidak akan bisa mengelak, kalau semua hanya sia-sia. Dimana kebahagian yang aku dapat, apa pemuda yang sangat aku cintai lagi-lagi melakukan hal yang membuat diriku jijik. Hal yang aku benci ternyata terulang lagi dimana aku dalam keadaan hamil dia masih melakukan hal ini. Sebenarnya siapakah yang harus dipersalahkan dan aku tidak ingin merasakan sakit ini lagi. Pemuda ini melakukan melakukan hal bejat lagi disaat aku benar-benar kecewa dimana otaknya itu, disaat aku mengandung anaknya dia dengan seenak jidatnya memprilakukan aku dengan tidak layak sebagai seorang istri dan dengan kasar dia memaksaku melakukan hubungan intim yang tidak aku suka. Aku benci melakukan hal itu lagi dan aku muak harus melayani dia dalam keadaan begitu emosi. Apa dia lupa kalau janjinya padaku tidak menyakitiku lagi dan selalu melindungi aku, tapi buktinya itu cuma bualan belakang. Dengan tangisan kecil aku menyembunyikan wajahku kedalam kaki sambil memegang lututku yang terasa begitu nyeri. Aku melihat pemuda yang aku sangat aku sayangi, Morgan terlihat terlelap dalam mimpi alam sadarnya dengan dada telanjang dan dia cuma menggunakan boxer saja yang melekat dalam tubuhnya. Aku mulai berpikir kalau, Morgan cuma bisa membuat diriku tahu apa cinta itu dan apa kebahagian dan juga kebersamaan itu. Dengan balutan selimut aku mulai mengambil bajuku yang berserahkan dikamarku dan Morgan. Dengan balutan selimut yang melilit dari tubuhku, aku mamasuki kamar mandi untuk membasuh diriku yang masih terasa lengket tapi, saat ingin ke kamar mandi ada tangan kekar menghentikan diriku saat ini. Morgan menatapku begitu tajam dan matanya tidak lepas melihat tubuhku dari atas sampai bahwa sehingga membuat aku risih sendiri. Aku melihat dirinya cuma telanjang dada menatap sungguh sinis dan itu membuat hatiku miris sekali.
"Lepaskan aku, kamu udah puaskan menggulang perbuatan ini lagi. Kalau perlu kamu bunuh aku bersama anak yang aku kandung ini, "cetusku mendorong tubuhnya sehingga yang aku lihat dia terjatuh ke lantai.
"Aku tidak akan berbuat seperti ini kalau gak ada sebabnya jadi, jangan buat aku menamparnu nantinya, "ketus Morgan yang sekarang ini menghampiriku dan aku mulai berjalan mundur tapi, sayang tubuhku sudah mentok ditembok sehingga wajahku dan wajahnya cuma beberapa senti saja.
"Lepasin aku, aku banci kamu Morgan!!!"jeritku begitu keras sehingga menimbulkan suara yang begitu nyaring.
"Kamu gak akan bisa benci sama aku karena, anak yang kamu kandung masih darah dagingku, "celetuk Morgan dan aku yang mendengar penuturan Morgan seperti mati gaya saja dan terasa dadaku begitu saja.





DEG....DEG....
"Sayang ayah akan tetap disini sama kamu jadi, jaga bunda., "kata Morgan mengusap perut datarku dan aku melihat wajah Morgan yang terlihat keren tapi, akhirnya membuang muka kearahku.
"Lepas Gan, aku gak butuh kamu dan detik ini juga aku akan pergi dari hidup kamu, "lantangku dan sontak membuat Morgan ingin menamparku tapi, diurungkan niatnya itu.
"Kamu tidak akan perna lepas dariku, "kata Morgan mencekram bahuku dan daguku juga dicekram begitu kasar.
"Gan hentikan, sakit...., "rintihku karena secara tiba-tiba aku merasakan perutku terasa nyeri dan rasanya begitu menyakitkan.
"Kamu, jangan akting Zy, "sentak Morgan yang tidak percaya aku kesakitan dan Morgan malah menanggapi dengan begitu santainya.
"Aku gak akting!!!ini sakit awww...!!!"ringisku yang akhirnya mencekram selimut yang melilit dari tubuhku. Aku merasakan tubuhku tidak seimbang dan bayangan menjadi pudar dan seketika aku begitu pingsan seketika dalam pelukan suamiku, Morgan.
"Sayang bangunlah sayang, yah tuhan darah..., "pekik Morgan langsung menggendong tubuhku dan dengan cepat Morgan mengganti pakaianku dan dirinya, dengan segera mungkin dia mengambil kunci mobilnya dengan rasa panik.
"Maafin ayah, bun maaf, "lirih Morgan yang merasa bersalah padaku dan secepat kilat dia mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.





*Tidak ada yang tahu bagaimana sakitnya ketika, semua perasaan tertumpah menjadi belati hitam tajam. Tidak ada yang tahu rasanya tertusuk paku yang rasanya diterpa badai angin*







To Be Continue.....




Apakah yang terjadi pada Linzy kenapa, dia pingsan secara tiba-tiba dan siapakah yang melihat Morgan bersama seorang gadis saat memasuki hotel dan siapakah gadis yang menguping pembicaraan Ferly dan Pj?




Tunggu saja part 5nya yah!!!!!!!!




Bagaimana para pembaca tersayangku part 4 ini bagus atau jelel maaf, kalau kuran ngefell. Maaf jug kalau masih banyak typo bertebaran kesana-kemari maklumlah aku masih penulis amatir dan tentu masih banyak penulisan yang salah.





Please Comment and Like!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar